Halaman

Senin, 26 Maret 2012

Devi Koto 27/03/2012


CSR PT.MAYORA

Mayora Group telah tumbuh menjadi salah satu nama yang diakui di Industri Fast Moving Consumer Goods. Kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar dan komitmen untuk menghasilkan produk berkualitas telah membuat Mayora kelompok saat ini memiliki merek-merek terkenal di dunia, seperti Kopiko, Danisa, Astor, Energen, Torabika dan banyak lagi. Didirikan pada tahun 1977, Mayora Group telah semakin berubah dari industri rumah biskuit rendah hati menjadi salah satu Perusahaan terbesar Cepat Konsumen Pindah Barang dengan 13 Pabrik dan lebih dari 25.000 karyawan. Mayora Grup menjadi perusahaan publik pada tahun 1990, dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, dan sepanjang tahun-tahun berikutnya, Mayora Group terus ekspansi yang cepat untuk menjadi sebuah Perusahaan berbasis ASEAN, dengan mendirikan fasilitas produksi dan kantor pemasaran di beberapa Asia Tenggara negara. Saat ini, Grup Mayora produk yang dijual di lebih dari 85 negara di seluruh dunia. Didukung tidak hanya oleh logistik modern dan sistem manajemen gudang, tetapi juga didukung oleh jaringan distribusi yang kuat, Mayora Group telah dipertahankan ketersediaan produk di pasar. Mayora Group telah membuktikan dirinya sebagai produsen produk berkualitas yang mendapatkan beberapa pengakuan dan penghargaan seperti "Top 100 Perusahaan Eksportir di Indonesia" dari majalah Swa, "Lima Perusahaan Terbaik Managed di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Asia Money, "Top 100 publik yang terdaftar perusahaan "pada tahun 2009 dan 2010 sebagai posisi pertama dalam bidang Makanan dan Minuman yang dilakukan oleh Majalah Investor Indonesia, serta" Produsen Terbaik dari Produk Halal "pada tahun 2004 oleh Majelis Ulama Indonesia Visi Misi PT. Mayora Indah Tbk. Untuk menjadi produsen kualitas produk makanan dan minuman yang dipercaya oleh konsumen baik di pasar domestik dan Internasional, dan mengendalikan pangsa pasar yang signifikan di setiap kategori dimasukkan. Untuk memberikan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan perusahaan Untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan negara tempat perusahaan beroperasi. 

Albert TUa Siburian 27/03/2012


PT PERTAMINA(Persero)
Corporate Social Responsibility adalah komitmen Pertamina sebagai asset nasional untuk turut memajukan masyarakat Indonesia. Semangat pemberdayaan masyarakat yang telah berlangsung seiring berdirinya perusahaan ini adalah komitmen untuk memberikan nilai tambah lebih terhadap masyarakat Indonesia.

Program CSR diselaraskan dengan kebutuhan komunitas di sekitar wilayah operasi Pertamina, sebagai salah satu stakeholder penting, sekaligus untuk mendukung keberhasilan bisnis Pertamina secara berkelanjutan.

Umar Buckari 27/03/2012


Baksos HUT KF 38

26 July 2010

PT Kimia Farma Tbk, memiliki tanggung jawab dan berperan secara aktif untuk mendukung program pemerintah dalam menyehatkan masyarakat Indonesia, dengan Visi komitmen pada peningkatan kualitas kehidupan, kesehatan dan lingkungan, Tanggung jawab dan peran aktif tersebut merupakan bagian dari kepedulian dan perhatian Kimia Farma dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kimia Farma secara rutin melaksanakan program-program sosial, diantaranya melakukan bhakti sosial berupa khitanan masal, donor darah, menyantuni anak-anak yatim piatu, membantu rumah-rumah ibadah dan memberi bantuan obat-obatan pada korban bencana alam.

paksi hadinata 27/03/2012


Green Plant Manufacturing PT Coca Cola Bottling Indonesia

Masalah lingkungan belakangan ini sering menjadi topik yang dibicarakan di berbagai forum diskusi baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu issue lingkungan yang sering dibahas misalnya terkait dengan Global Warming. Issue global warming merupakan issue lingkungan yang paling intensif dibucarakan terutama dalam forum dunia. Bahkan dalam berbagai forum dunia telah sepakat bahwa Global Warming tersebut perlu dicegah. Salah satu yang terkait erat dan bahkan sering dituding sebagai penyumbang global warming ini adalah kegiatan industri terutama industri yang mengeksplorasi SDA secara berlebihan dan industri yang tidak peduli pada pencemaran yang ditimbulkannya. Untuk itu maka issue lingkungan tersebut khususnya terkait dengan fenomena global warming sering dikaitkan dengan dunia bisnis atau industri. Misalnya salah satu syarat untuk sebuah industri yang produknya berorientasi ekspor maka harus memenuhi kriteria “clean product” yaitu produk yang dihasilkan dari industri yang telah menerapkan “green industry”.
PT Coca Cola Bottling Indonesia adalah salah satu perusahaan yang berskala dunia menyadari betul pentingnya image positif dari pasar seluruh dunia. Untuk itu perusahaan tersebut telah mengembangkan konsep Green Manufacturing Industry yang diintegrasikan dengan program CSR (corporate social responsibilities) berbasis lingkungan. Uji coba dilakukan di Plant Bandung bekerja sama dengan Program Studi Teknik Industri Universitas Islam Bandung.

Muhammad Sapri 26/03/2011


PT.DANONE Aqua
Binahidra Logiardi, Sustainable Development & Social Responsibility, DANONE AQUA, menjelaskan ” Air merupakan kebutuhan mendasar bagi kita semua, namun tidak semua orang bisa mengakses air bersih dalam kehidupannya sehari-hari. Banyak daerah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, yang mengalami kesulitan untuk memperoleh air dikarenakan topografi daerah tersebut membutuhkan sistem infrastruktur pasokan air bersih untuk memungkinkan masyarakat sekitar agar dapat mengakses air bersih tersebut. Selain akses air bersih, sanitasi, kesehatan lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pra sejahtera juga merupakan hal penting, kesemuanya ini saling terkait. Air merupakan kehidupan, sanitasi merupakan martabat, keduanya mendukung tercapainya kesehatan lingkungan yang berkesinambungan yang pada akhirnya juga akan memberi kontribusi pada tercapainya pengembangan kesejahteraan masyarakat dunia”.

Abdul Haris Lubis 26/03/2012

 PT POS

        Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadiPerum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).     

A.      Visi dan Misi

      Visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. Sedangkan Misi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa

B.    Kesimpulan

1.  Memaksimalkan nilai Perusahaan dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan,  akuntabilitas, dapat  dipercaya, bertanggung jawab,dan adil agar Perusahaan memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional. 

2.  Mendorong pengelolaan Perusahaan secara profesional, transparan dan efisien, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian. 

3.  Mendorong agar manajemen Perusahaan dalam membuat keputusan dan menjalankan  tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap stakeholders maupun kelestarian lingkungan di sekitar Perusahaan.

4.   Meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam perekonomian nasional. 

5.   Meningkatkan nilai investasi dan kekayaan Perusahaan.