Halaman

Rabu, 28 Maret 2012

Wahyu Eka Rochyadi


PT. WPP Rekrut Tenaga Kerja Lokal Memaksimalkan Program CSR 
Kondisi saat ini, banyak permasalahan yang terjadi pada perusahaan. Terutama konflik dengan masyarakat. Sehingga image perusahaan kebanyakan dipandang tidak berpihak dan merugikan masyarakat. Padahal disisi lain banyak program perusahaan yang membantu masyarakat, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Masuknya investor sebagai salah satu upaya peningkatan perekonomian merupakan hal yang sangat diharapkan setiap daerah. Sebab, dengan demikian, maka akan membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan peningkatan taraf hidup serta sosial masyarakatnya. Tidak terkecuali Kabupaten Sintang. Sebagai daerah yang strategis, Kabupaten Sintang menjadi incaran investor untuk membangun usaha. Salah satunya adalah di bidang kehutanan dan perkebunan.
Namun sangat disayangkan, kebanyakan keberadaan perusahaan hanya dipandang dari segi negatifnya saja di mata masyarakat. Sehingga tidak sedikit yang menimbulkan konflik di tempat mereka membangun kebun. Padahal, tak hanya "memperkaya" diri mereka sendiri, perusahaan juga membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf kehidupan dan status sosialnya. 
Salah satunya adalah PT. Wahana Plantation and Products (WPP) yang mulai memasuki wilayah Kabupten Sintang, sejak tahun 2007 dan baru beroperasi dan melakukan pembebasan lahan sejak tahun 2008. Anak perusahaan yang bergerak dalam usaha perkebunan kelapa sawit juga tak luput dari konflik. Padahal di sisi lain, sejak membuka perkebunan kelapa sawit, melalui program CSR-nya telah banyak yang diberikan perusahaan kepada masyarakat seperti kepedulian sosial terhadap kebutuhan masyarakat khususnya di daerah, serta memberikan bantuan yang disebut sebagai charity dengan program yang telah dilakukan antara lain pembangunan sarana ibadah, pembuatan jalan dan jembatan dan lain sebagainya.
Izin lokasi yang didapatkan PT.WPP dari Pemda Sintang seluas 26.400 hektar. Sedangkan perolehan lahan yang didapat dari masyarakat seluas 21.347,07 hektar, dan areal yang sudah ditanami kelapa sawit seluas 3.740 hektar. Sistem kemitraan yang diterapkan PT.WPP adalah pola kemitraan 80% inti dan 20% masyarakat, dengan pola manajemen satu atap yang dikelola penuh oleh inti (full managed) dalam satu siklus tanaman kelapa sawit.
Disamping itu, PT.WPP terdiri dari beberapa bagian estate yang dipimpin oleh seorang manager melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan yang berbeda. Di Sona Estate, pihaknya membuat jalan di Desa Bancoh mengarah ke Sabang Surai, Dusun Kebah Desa Gandis, Susun Sempreni, Desa Sungai Mali, Dusun Pengasuh, pembangunan gereja di Dusun Sona Desa Gandis yaitu  Gereja Santo Martinus, pembuatan tiga sumur bor, membangun jembatan yang menghubungkan Dusun Sona mengarah ke Desa Gandis, serta mengajak dan mendidik masyarakat setempat sebagai pemborong perawatan kebun.
Untuk Lalang Estate, pihaknya membuat jalan di Dusun Penyaguk 2, pembangunan Gereja Milisi Injili Indonesia, membangun jembatan yang menghubungkan Desa Mantir ke SP 7, serta memberikan pekerjaan pekerjaan bersifat borongan dan secara berkelanjutan terus membina komunikasi dengan masyarakat setempat, sehingga segala sesuatunya terjadi hubungan yang harmonis.
Sedangkan di Nanga Tempunak Estate dibuat jalan dari Dusun Sona mengarah ke Desa Baya Betung, Doda dan Kancing, menimbun jalan dari Simpang Nobal ke Desa Baya Betung sepanjang 5 Km, mengajak dan mendidik masyarakat Desa Baya Betung sebagai tenaga pemborong lokal untuk bekerja sama dengan pihak Perusahaan sebagai rekanan bisnis, serta mengadakan  kunjungan  kunjungan silaturahim  kepada  masyarakat yang mengalami musibah seperti sakit dan lain sebagainya.
Selain itu, di Merah Air Estate, perusahaan membantu memperbaiki lima jembatan dari Desa Mangat yang mengarah ke arah Tajam, perbaikan dua jembatan dari Dusun Tajam yang mengarah ke Dusun Pencaron. Ada pula pembangunan gereja dan sumur di Dusun Kluin, renovasi Puskesdes di Desa Baras, membantu pembangunan masjid di Dusun Tajam dan memasangkan instalasi listrik serta perbaikan jalan desa dan dusun di sekitar kebun. Secara keseluruhan karyawan PT.WPP juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
Tidak hanya kegiatan sosial, dari beberapa estate yang ada di Sintang, pihaknya telah memperkerjakan putra daerah sebagai tenaga staf dan tenaga harian, sehingga mengurangi angka pengangguran di sekitar wilayah kerja perusahaan.
Seluruh tenaga kerja lokal yang dilibatkan sebanyak 403 orang, dan ini merupakan program wajib kami kepada masyarakat. Harapan PT.WPP, agar di tahun 2012 kita semua, umumnya masyarakat Sintang semakin maju dan dapat menerima keberadaan perusahaan ini, sehingga kesuksesan bisa diraih bersama sama.
Kesimpulan :                
1.    PT.WPP mengadakan program SCR di lingkungan maupun masyarakat sekitar wilayah Kabupaten Sintang dengan adanya pembangunan jembatan dan tempat ibadah buat masyarakat tersebut.
PT.WPP mengajak dan mendidik masyarakat setempat sebagai pemborong perawatan kebun serta memberikan lapangan pekerjaan kepada putra daerah tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar